Kini, Pengguna Sinovac yang Belum Dapat Vaksin Dosis 2 Bisa Gunakan Merek Lain!
Belum lama ini, Kementerian Kesehatan mengatakan kalau ketersediaan jumlah vaksin Sinovac sedang terbatas, sehingga sisa stok yang ada akan diprioritaskan buat booster?
Berkaitan dengan menipisnya stok vaksin Sinovac, Kemenkes pun meminta sasaran drop out – atau masyarakat yang belum mendapat vaksin kedua dalam rentang waktu kurang dari enam bulan dapat diberikan vaksin dosis kedua dengan platform yang berbeda, sesuai ketersediaan vaksin di daerah masing-masing.
Lebih lengkap mengenai hal tersebut, berikut ini informasi lengkapnya.
Keterbatasan Jumlah Vaksin Sinovac
Credit Image - pharmaceutical-technology.com
Kemenkes mengatakan jika jumlah vaksin Sinovac saat ini sudah sangat terbatas, sehingga sisa stok yang ada kedepannya akan diperuntukkan bagi vaksinasi anak usia 6-11 tahun. Oleh karena itu, Kemenkes meminta warga yang belum divaksinasi dosis kedua dalam waktu kurang dari enam bulan dapat diberikan vaksin jenis lain sesuai ketersediaan daerah masing-masing.
Informasi tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Kemenkes Nomor SR.02.06/II/921/2022 tentang Pemberian Vaksinasi Covid-19 bagi Sasaran yang Drop Out. Masyarakat yang termasuk dalam sasaran tersebut diminta menggunakan vaksin merek berbeda yang tersedia untuk melengkapi dosis keduanya – namun, dengan mengutamakan vaksin yang memiliki masa expired date terdekat.
Sasaran Drop Out dapat Menggunakan Vaksin Berbeda untuk Dosis Kedua
Dalam surat edaran dijelaskan pula bahwa masyarakat yang mengalami drop out atau atau belum mendapat vaksinasi kedua dalam waktu lebih dari enam bulan untuk segera melakukan vaksinasi primer ulang.
Pelaksanaan vaksinasi ulang dapat menggunakan platform berbeda dari vaksin semula. Adapun ketentuan terbaru ini sesuai dengan rekomendasi Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) tanggal 11 Februari 2022.
Pengulangan Vaksinasi Primer, Apakah Aman Dilakukan?
Credit Image - scmp.com
Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan alasan Kemenkes mengambil kebijakan tersebut lantaran adanya penurunan efikasi vaksin Covid-19 setelah lebih dari enam bulan. Hal ini dilakukan, karena ada penurunan efikasi vaksin secara alamiah setelah enam bulan, sehingga kalau dosis satu belum terbentuk proteksi maksimal.
Jadi, bisa dipastikan kalau belum memenuhi dua dosis dalam jangka waktu lebih dari enam bulan, proteksi akan sangat rendah, sehingga pengulangan vaksinasi diperlukan. Tapi tak perlu khawatir, karena pengulangan vaksinasi primer dari awal aman dilakukan – dan sudah mendapat rekomendasi dari ITAGI.
Tetap Lakukan Pencegahan Untuk Hindari Risiko Paparan Virus!
Setelah mendapatkan vaksinasi, masyarakat juga masih diimbau untuk tetap melakukan protokol kesehatan – dengan demikian, perlindungan terhadap tubuh semakin maksimal, dan risiko tertular virus dapat diminimalisir.
Menjalani protokol kesehatan 5M yang meliputi memakai masker – dapat gunakan masker ganda, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas – hindari bepergian jika bukan untuk urusan mendesak, dan menghindari kerumunan tetap perlu dipatuhi, hingga nantinya pandemi Covid-19 terbukti bisa dikendalikan.
Perlu diketahui bahwa mendapat vaksin – bukan berarti bebas dari ancaman penularan virus corona. Hanya saja, dengan mendapat vaksinasi risiko mengalami gejala berat, hingga harus dirawat di ICU — atau risiko kematian pun sangat dapat diminimalisir.
Tidak hanya protokol kesehatan, menjaga daya tahan tubuh juga tetap diperlukan setelah mendapatkan vaksin. Salah satunya, dengan memenuhi asupan vitamin dan mineral, termasuk dengan mengonsumsi suplemen – yang masih sangat direkomendasikan.
Untuk jenis suplemen, dianjurkan memilih dengan kandungan vitamin bersifat imunomodulator, yaitu dapat membantu meningkatkan, sekaligus menjaga kekebalan tubuh. Lantas, apa suplemen yang sebaiknya dikonsumsi?
Direkomendasikan untuk mengonsumsi Enervon-C yang memiliki kandungan lengkap, yaitu Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.
Minum Enervon-C Effervescent — dengan kandungan Vitamin C lebih tinggi, yaitu 1000 mg untuk berikan perlindungan ekstra bagi tubuh, terutama bagi yang masih harus melakukan aktivitas di luar rumah.
Untuk yang memiliki masalah lambung sensitif, direkomendasikan untuk minum Enervon Active yang mengandung non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc yang dapat membantu mengoptimalkan kinerja kekebalan tubuh dalam melawan virus, sekaligus tetap mempertahankan stamina, sehingga tubuh tidak mudah lelah.
Dan pastinya, kandungan vitamin B kompleks dalam Enervon-C dan Enervon Active dapat membantu proses metabolisme, sehingga tubuh dapat memperoleh energi yang lebih tahan lama. Manfaat ini dapat membuatmu semakin produktif dalam beraktivitas.
Itulah informasi mengenai penerima vaksin Sinovac yang bisa menggunakan jenis vaksin lainnya untuk vaksinasi dosis kedua.
Featured Image – reuters.com
Source – popmama.com