Saat ini, pandemi Covid-19 masih berlangsung. Berbagai macam varian dan subvarian baru pun masih terus terdeteksi. Hal ini menyebabkan virus corona masih terus bersikulasi dan menyebabkan banyak orang jatuh sakit.

Begitu pula dengan Omicron XBB – yang menjadi penyebab lonjakan kasus di berbagai negara. Subvarian tersebut juga sudah ditemukan di Indonesia. Subvarian Omicron XBB ini disebut lebih mudah menular – bahkan rentan menyebabkan reinfeksi pada penyintas Covid-19.

Berikut penjelasannya.

 

 

Subvarian XBB Sebabkan Lonjakan Kasus di Berbagai Negara, Terlebih Singapura

Credit Image - nasional.tempo.co

Virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 masih terus bermutasi menghasilkan varian baru, salah satunya yaitu subvarian XBB. Varian ini menjadi penyebab lonjakan tajam kasus Covid-19 di Singapura. Adanya kenaikan kasus tersebut juga menyebabkan peningkatan perawatan di rumah sakit.

Juru Bicara Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr. Mohammad Syahril, SpP, MPH menjelaskan bahwa peningkatan kasus akibat varian XBB di Singapura berlangsung cepat dan sudah mencapai 0,79 kali gelombang BA.5 dan 0,46 kali gelombang BA.2, mengutip laman Kemenkes. Saat ini, subvarian Omicron XBB juga telah terdeteksi di Indonesia.

 

Prediksi Lonjakan Kasus Akibat Omicron XBB

Mengutip beberapa pernyataan pakar, puncak Omicron XBB tidak terjadi dalam waktu dekat. Berbagai ahli di Amerika dan WHO menyebutkan bahwa subvarian ini bisa memicu lonjakan di akhi tahun dan puncaknya di bulan Januari.

Selanjutnya, disebutkan juga bahwa tren kasus Covid-19 di Indonesia memang tengah mengalami kenaikan dalam empat pekan terakhir sebanyak 17 persen. Namun, kenaikan ini masih relatif lebih rendah ketimbang negara lainnya, seperti Jerman dan Singapura.

Misalnya, Singapura kasus mingguan Covid-19 mencapai 500 ribu, sementara Indonesia berada di angka 14 ribu berdasarkan data yang dihimpin di periode 2 Oktober sampai 23 Oktober.

 

Ada Bukti Omicron XBB dapat Meningkatkan Risiko Reinfeksi

Credit Image - coronavirus.dental-tribune.com

Masih mengutip laman Ministry of Health SIngapore, terdapat bukti XBB mungkin dapat meningkatkan reinfeksi atau infeksi ulang. Proporsi reinfeksi dari total kasus Covid-19 di Singapura menunjukkan peningkatan selama sebulan terakhir.

Menambahkan penjelasan dari laman WebMD, sebelum adanya varian XBB, tingkat reinfeksi atau infeksi ulang Covid-19 di Singapura sebesar 5 persen. Adanya varian XBB menyebabkan kasus reinfeksi di Singapura meningkat menjadi 17 persen. 

 

Masyarakat Diimbau untuk Tetap Menjalani Protokol Kesehatan

Wakapu varian baru tersebut cepat menular, tetapi fatalitasnya tidak lebih parah dari varian Omicron. Meskipun begitu, negara belum bisa dikatakan aman dari pandemi Covid-19 karena berbagai mutasi varian baru masih berpotensi terus terjadi. Dalam tujuh hari terakhir dilaporkan adanya kenaikan kasus virus corona di 24 provinsi.

Oleh karena itu, masyarakat diminta agar tetap melakukan protokol kesehatan, seperti mengenakan masker, menghindari kerumunan, dan mencuci tangan. Menyegerakan vaksinasi Covid-19 juga perlu dilakukan untuk meningkatkan perlindungan terhadap virus tersebut.

 

Gejala Omicron XBB yang Perlu Diwaspadai

Credit Image - halodoc.com

Ada berbagai gejala varian XBB yang perlu diwaspadai. Ada pun gejala tersebut, yaitu batuk, pilek, dan demam. Selain itu, indikasi lainnya hampir mirip dengan gejala Covid-19 pada umumnya yang meliputi:

  • Demam atau kedinginan
  • Batuk
  • Sesak napas atau kesulitan bernapas
  • Kelelahan
  • Nyeri otot atau tubuh
  • Sakit kepala
  • Hilangnya rasa atau bau baru
  • Sakit tenggorokan
  • Hidung tersumbat atau pilek
  • Mual atau muntah
  • Diare

 

Kuatkan Kembali Imunitas Tubuh untuk Menghindari Infeksi Virus

Saat ini, subvarian XBB sudah terdeteksi di Indonesia. Ini saatnya masyarakat untuk kembali mengencangkan ikat pinggang – dan semakin mematuhi protokol kesehatan guna menghindari risiko infeksi virus corona.

Dan, untuk menghindari risiko infeksi virus Covid-19 beserta dengan subvariannya, kamu dianjurkan untuk terus menguatkan daya tahan tubuh. Ingat, imunitas merupakan senjata utama dalam menghalau penyakit, lho!

Optimalkan kekebalan tubuh dengan menerapkan pola makan sehat yang dimulai dari mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, dan istirahat yang cukup. Serta, lengkapi hidup sehat dengan rutin mengonsumsi multivitamin Enervon Active.

Enervon Active mengandung non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc.

Kandungan vitamin C di dalamnya dapat membantu menjaga kekebalan tubuh agar tidak mudah sakit. Selain itu, kandungan vitamin B kompleksnya akan membantu optimalkan proses metabolisme, sehingga tubuh dapat memperoleh energi yang lebih tahan lama, sehingga tak mudah lelah saat beraktivitas!

Yuk, segera dapatkan multivitamin andalan satu ini dengan mengunjungi official store Enervon, ya.

 

Subvarian Omicron XBB sudah terdeteksi di Indonesia. Bahkan disebutkan bahwa subvarian tersebut memiliki risiko reinfeksi. Untuk itu, tetap lakukan protokol kesehatan – dan menjaga kekebalan agar tak mudah terinfeksi virus!

 

 

Featured Image – news-medical.net

Source – idntimes.com