Belum lama ini, sejumlah penyintas Covid-19 tengah ramai membahas D-Dimer atau zat yang terlibat dalam proses pembekuan darah. Dalam pembahasan tersebut, dikatakan bahwa seorang penyintas – atau orang yang sudah divaksin perlu rutin memeriksa agregasi trombosit per tiga bulan sekali. Selain agregasi trombosit, D-Dimer juga harus diperiksa setiap enam bulan sekali.

Lantas, apakah penyintas mesti rajin memeriksa dalam jangka waktu tertentu? Jika tidak memeriksa rutin, adakah dampak yang bisa ditimbulkan? Yuk, cari tahu jawabannya di bawah ini!

 

 

Perlukah Penyintas Memeriksa Trombosit Secara Rutin?

Credit Image - halodoc.com

Dilansir dari CNBC Indonesia, Konsultan Hematologi dan Onkologi, Profesor Zubairi Djoerban mengatakan bahwa baru-baru ini terdapat sebuah studi baru yang menyatakan bahwa vaksin dapat menyebabkan kelainan pembekuan darah.

Tetapi, jangan khawatir, kejadiannya masih sangat jarang dan jumlahnya pun sedikit. Penelitian tersebut diterbitkan dalam British Medical Journal.

Kemudian, studi tersebut juga menunjukkan bahwa setelah seseorang mendapat vaksinasi dengan vaksin yang mengandung Adenovirus, terhadap kenaikan risiko terjadinya Thrombosis Thrombocytopenia Syndrome (TTS) atau bekuan dengan trombosit rendah.

Dijelaskan bahwa TTS dapat terjadi ketika seseorang mengalami trombosis dan sekaligus trombosit rendah, yaitu kondisi yang sangat jarang terjadi dan berbeda daripada kondisi pembekuan lainnya, seperti Depp Vein Thrombosis atau emboli paru.

Penelitian tersebut pun berdasarkan data dari beberapa negara Eropa dan Amerika yang menunjukkan memang ada risiko kenaika sedikit pembekuan. Data ini merupakan sampel orang-orang yang menerima dosis pertama vaksin Covid-19, salah satunya vaksin AstraZeneca.

 

Bagaimana dengan Kasus TTS di Indonesia?

Credit Image - alodokter.com

Masih dilansir dari CNBC Indonesia, professor Zubairi mengaku belum mengetahui data pasti TTS di Indonesia. Namun, ia menegaskan bahwa vaksin pertama yang digunakan sebagian besar masyarakat Indonesia, yaitu Sinovac – bukan merupakan vaksin yang dibahas dalam penelitian tersebut.

Jadi bisa dibilang relatif aman, karena masyarakat Indonesia mayoritas menggunakan vaksin Sinovac.

Dalam ulasannya, profesor Zubairi pun menanggapi isu yang mengatakan bahwa seorang penyintas atau orang yang sudah divaksin perlu rutin memeriksa agregasi trombosit setiap tiga bulan sekali – dan juga D-Dimer setiap enam bulan sekali.

Dikatakan bahwa rumor tersebut tidaklah pas. Kalau terkait studi ini yang harus diperiksa ada tidaknya trombosis – dan ada tidaknya bersamaan dengan trombositopenia-jumlah trombosit yang rendah.

 

Apa Hal yang Bisa Dilakukan untuk Menghindari Dampak Buruk dari Covid-19?

Credit Image - humbanghasundutankab.go.id

Tidak hanya dengan mendapat vaksinasi sekaligus masih menerapkan protokol kesehatan, menguatkan kekebalan tubuh untuk menghindari risiko infeksi virus juga tetap perlu dilakukan – mengingat imunitas memiliki peran sebagai pelindung utama agar virus tidak mudah menyerang. Dengan kekebalan yang kuat, maka risiko buruk dari Covid-19 dapat dihindari.

Dalam menjaga imunitas, kamu disarankan menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, dan istirahat yang cukup.

Lengkapi hidup sehatmu dengan mendapatkan asupan vitamin dan mineral yang berperan penting dalam menjaga kekebalan tubuh. Selain dari makanan bergizi yang dikonsumsi sehari-hari, kedua nutrisi tersebut bisa diperoleh dari multivitamin kandungan lengkap, seperti Enervon-C.

Konsumsi Enervon-C mengandung Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat yang dapat menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.

Kamu dapat meminum Enervon-C dalam bentuk tablet yang mengandung 500 mg vitamin C maupun Enervon-C Effervescent yang mengandung 1000 mg vitamin C untuk memberi sensasi rasa segar sepanjang hari.

Jika kandungan vitamin C-nya dapat membantu menjaga kekebalan, nah, kandungan vitamin B kompleks di dalam Enervon-C dapat mengoptimalkan proses metabolisme, sehingga asupan makanan yang kamu konsumsi bisa diubah menjadi sumber energi yang lebih tahan lama.

Untuk mendapatkan produk Enervon-C, kamu bisa segera membelinya di official store di e-commerce, atau langsung klik di sini, ya.

 

Jadi, itulah informasi mengenai rumor bahwa penyintas Covid-19 harus memeriksa trombosit darah setiap tiga bulan sekali. Ternyata, ini tak wajib dilakukan, kok, namun jika ingin tetap memeriksa, tak ada salahnya, ya!

 

 

Featured Image – klikdokter.com

Source – cnbcindonesia.com