Carpal Tunnel Syndrome: Arti, Gejala & Pentingnya Vit. B12
Carpal tunnel syndrome adalah suatu kondisi di mana saraf median di pergelangan tangan tertekan, sehingga menyebabkan kesemutan, mati rasa, dan nyeri pada tangan dan jari. Kondisi ini biasanya terjadi karena gerakan tangan yang berulang, kehamilan, atau radang sendi. Jangan sepelekan dan usahakan untuk mendapatkan perawatan medis yang tepat untuk mencegah kerusakan saraf lebih lanjut.
Secara umum, carpal tunnel syndrome sering dialami oleh mereka yang melakukan gerakan tangan berulang-ulang pada pekerjaannya. Kondisi ini biasanya akan mengganggu aktivitas sehari-hari, sehingga kamu perlu mengenali gejalanya sejak dini agar bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat.
Perlu kamu tahu, asupan vitamin seperti B12 dapat mendukung kesehatan saraf, sehingga efektif untuk mengatasi sindrom carpal tunnel. Selain mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B12, suplementasi tambahan seperti Enervon-C Tablet juga bisa menjadi opsi terbaik untuk memenuhi kebutuhan akan vitamin tersebut.
Simak artikel berikut sampai habis untuk mendapatkan informasi lengkap terkait pengertian, gejala, penyebab, dan cara penanganan carpal tunnel syndrome (CTS), serta pentingnya vitamin B12 dalam proses pemulihan gangguan saraf tersebut.
Apa Itu Carpal Tunnel Syndrome?
Carpal Tunnel Syndrome (CTS) terjadi ketika saraf median tertekan saat melintasi lorong karpal. Lorong karpal sendiri merupakan lorong sempit di dalam pergelangan tangan yang dibentuk oleh tulang pergelangan tangan (tulang karpal) dan jaringan penghubung antar tulang (ligamen). Di dalam lorong karpal, terdapat saraf median, yang mengendalikan otot jari tangan dan menerima rangsangan dari kulit di daerah tangan.
Faktor utama yang menjadi penyebab timbulnya CTS adalah peningkatan tekanan di dalam lorong karpal. Ciri-ciri awal yang cukup khas pada kondisi CTS meliputi nyeri, mati rasa, dan parestesia, yang memengaruhi 3 jari pertama dan separuh lateral jari keempat.
Gejala CTS dapat bervariasi, dengan nyeri yang muncul di pergelangan tangan, melibatkan seluruh tangan, dan berpotensi menjalar ke lengan bawah atau melampaui siku. Nyeri yang berhubungan dengan CTS biasanya tidak meluas ke leher. Ketika kondisi ini semakin parah, penderitanya mungkin mengalami kelemahan tangan, berkurangnya koordinasi motorik halus, kecanggungan, dan akhirnya terjadi kerusakan pada otot-otot thenar.
Awalnya, gejala yang berhubungan dengan CTS sering muncul pada malam hari saat berbaring dan cenderung membaik pada siang hari. Seiring waktu, sebagian besar pasien mulai mengalami gejala di siang hari, terutama saat melakukan aktivitas berulang seperti menggambar, mengetik, atau bermain video game. Dalam kasus lanjut, gejala ini bisa menjadi persisten atau menetap.
Pekerjaan yang sering melibatkan penggunaan komputer, paparan peralatan yang bergetar, atau gerakan berulang secara signifikan meningkatkan risiko pengembangan CTS pada individu. Obesitas, kecenderungan genetik, diabetes, rheumatoid arthritis, hipotiroidisme, dan kehamilan juga berkontribusi terhadap risiko pengembangan CTS.
Gejala Carpal Tunnel Syndrome
Gejala CTS, pada mulanya meliputi sensasi kesemutan dan mati rasa pada jari. Jika diabaikan, hal ini lama-kelamaan akan melemahkan otot yang kemudian mengganggu aktivitas sehari-hari. Berikut ini adalah gejala-gejala carpal tunnel syndrome yang perlu kamu waspadai.
- Mati rasa, kesemutan, terbakar, dan nyeri, terutama pada ibu jari dan telunjuk, jari tengah, dan jari manis. Hal ini sering membuat orang terbangun di malam hari.
- Sensasi seperti guncangan sesekali yang menjalar ke ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan jari manis.
- Rasa sakit atau kesemutan yang mungkin menjalar ke lengan bawah menuju bahu.
- Tangan yang melemah, sehingga menyulitkan orang untuk melakukan gerakan-gerakan sederhana seperti mengancingkan pakaian
- Menjatuhkan barang karena merasa lemah, mati rasa, atau hilangnya proprioception (kemampuan tubuh untuk merasakan posisi dan gerakannya sendiri)
Dalam kebanyakan kasus, gejala CTS dimulai secara bertahap, bahkan tanpa cedera tertentu. Banyak pasien menyadari bahwa gejalanya datang dan pergi pada awalnya. Namun, seiring dengan memburuknya kondisi, gejala dapat muncul lebih sering atau bertahan dalam jangka waktu yang lebih lama.
Penyebab Carpal Tunnel Syndrome adalah?
Sebagian besar kasus sindrom lorong karpal disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor. Penelitian menunjukkan bahwa wanita dan orang lanjut usia lebih mungkin mengalami kondisi ini. Beberapa faktor risiko lain untuk CTS ini meliputi sebagai berikut.
1. Faktor Genetik/Keturunan
Lorong karpal mungkin secara alami lebih kecil pada beberapa orang, atau mungkin ada perbedaan anatomi yang mengubah jumlah ruang untuk saraf. Kondisi atau ciri-ciri ini dapat diturunkan dalam satu keluarga.
2. Gerakan Tangan yang Berulang-ulang
Mengulangi gerakan atau aktivitas tangan dengan menggunakan pergelangan tangan yang sama dalam jangka waktu lama dapat memperburuk tendon di pergelangan tangan. Hal ini bisa menyebabkan pembengkakan yang memberi tekanan pada saraf.
3. Posisi Tangan dan Pergelangan Tangan
Melakukan aktivitas yang melibatkan fleksi atau ekstensi ekstrem pada tangan dan pergelangan tangan dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan tekanan pada saraf.
4. Kehamilan
Perubahan hormonal saat hamil dapat menyebabkan pembengkakan yang mengakibatkan tekanan pada saraf.
5. Kondisi Medis Tertentu
Diabetes, rheumatoid arthritis, dan ketidakseimbangan kelenjar tiroid adalah kondisi yang berhubungan dengan sindrom terowongan karpal.
Proses Pemulihan Carpal Tunnel Syndrome
Proses pemulihan CTS umumnya melibatkan terapi fisik dan intervensi medis lainnya. Selain itu, memastikan terpenuhinya kebutuhan vitamin B12 juga bisa membantu pemulihan CTS serta mendukung kesehatan saraf. Namun, jika upaya medis dan pemenuhan nutrisi tidak mampu menyembuhkan, biasanya dokter akan menyarankan pembedahan.
1. Metode Pengobatan Umum
-
Penyangga atau Splint
Mengenakan penyangga atau splint di malam hari akan mencegahmu menekuk pergelangan tangan saat tidur. Menjaga pergelangan tangan dalam posisi lurus dapat mengurangi tekanan pada saraf di lorong karpal. Mengenakan splint di siang hari juga dapat membantu saat melakukan aktivitas yang berpotensi memperparah gejala.
-
Obat Anti Inflamasi Nonsteroid (NSAID)
Obat anti inflamasi seperti ibuprofen dan naproxen dapat membantu meredakan nyeri dan peradangan.
-
Suntikan Steroid
Kortikosteroid, atau kortison, adalah agen anti inflamasi kuat yang dapat disuntikkan ke dalam lorong karpal. Suntikan ini sering kali meredakan gejala nyeri atau membantu menenangkan gejala yang kambuh. Namun, biasanya hanya meredakan gejala untuk sementara dan bukan untuk jangka panjang.
2. Mencukupi Nutrisi terutama Vitamin B12
Vitamin B12 memiliki peran penting dalam kesehatan saraf dan dapat berkontribusi pada pemulihan carpal tunnel syndrome (CTS). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemberian vitamin B kompleks, termasuk vitamin B12, dapat membantu memperbaiki gejala klinis pada pasien dengan CTS ringan hingga sedang.
Selain itu, vitamin B6, metilkobalamin (bentuk aktif vitamin B12), dan kombinasi vitamin B1, B6, dan B12 secara efektif digunakan sebagai terapi konservatif dalam memperbaiki gejala klinis pasien dengan CTS.
Bahkan, kekurangan vitamin B12 dapat memperburuk gejala CTS. Sebuah studi menemukan bahwa defisiensi vitamin B12 lebih tinggi pada pasien dengan CTS berat dibandingkan dengan CTS sedang. Namun, sebaiknya konsultasikan hal-hal terkait suplementasi vitamin B12 kepada dokter jika memiliki riwayat medis tertentu atau sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu.
Enervon-C Tablet sebagai Sumber Vitamin B12
Enervon-C Tablet adalah suplemen yang mengandung banyak nutrisi penting di dalamnya, termasuk vitamin B12. Seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa, vitamin B12 dapat memperbaiki gejala CTS, sehingga konsumsi rutin multivitamin ini dapat mendukung kesehatan saraf serta proses pemulihan carpal tunnel syndrome.
Dalam hal ini, vitamin B12 berperan dalam pembentukan mielin, lapisan pelindung saraf yang penting untuk transmisi impuls saraf yang efisien. Selain itu, kandungan vitamin C dan B kompleks dalam Enervon-C Tablet membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, yang penting dalam proses pemulihan CTS.
Umumnya, dosis multivitamin yang disarankan untuk dikonsumsi adalah 1 tablet per hari setiap hari. Namun, pada beberapa kasus, terutama saat ada defisiensi vitamin B kompleks atau kondisi medis tertentu seperti CTS, dosis bisa disesuaikan oleh dokter berdasarkan kebutuhan tubuh pasien.
Konsumsi Enervon-C Tablet sebaiknya dilakukan setelah makan untuk meminimalisir potensi iritasi lambung dan mengoptimalkan penyerapan nutrisi.
Asupan vitamin B12 dapat mendukung kesehatan saraf dan membantu pemulihan CTS. Suplemen seperti Enervon-C Tablet, yang mengandung vitamin B12, dapat menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan vitamin tersebut. Namun, konsultasikan dengan dokter sebelum memulai suplementasi untuk memastikan dosis yang tepat sesuai kondisi masing-masing.
Dukung proses pemulihanmu dari carpal tunnel syndrome dengan Enervon-C Tablet yang kaya vitamin B12! Kunjungi tautan Tokopedia, Shopee, dan Lazada sekarang untuk menemukan produk berkualitas yang membantu menjaga kesehatan sarafmu.
Referensi:
Alodokter. Pengertian CTS (Carpal Tunnel Syndrome). https://www.alodokter.com/cts-carpal-tunnel-syndrome
National Library of medicine. Carpal Tunnel Syndrome. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK448179/
Orthoinfo. Carpal Tunnel Syndrome. https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases--conditions/carpal-tunnel-syndrome/
Featured image - Freepik