Kepala Terasa Berat: Penyebab, Solusi & Kapan Harus ke Dokter
Kepala terasa berat bukanlah masalah kesehatan yang serius. Umumnya, hal ini bisa terjadi saat tubuh kurang tidur, kelelahan, stres, atau batuk pilek. Selain itu, ketegangan otot akibat aktivitas sehari-hari yang padat dan kurangnya asupan cairan juga dapat memperburuk kondisi ini, sehingga memengaruhi fokus dan produktivitas. Jika dibiarkan terus-menerus, masalah ini dapat berdampak pada kesehatan mental dan fisik, seperti gangguan konsentrasi dan migrain.
Walaupun bukan penyakit serius, tapi penanganan yang tepat dapat mencegah gejala yang lebih parah. Istirahat yang cukup dan konsumsi paracetamol bisa menjadi solusi tepat untuk mengatasinya. Namun, jika rasa berat di kepala berlangsung lama dan semakin memburuk, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pertolongan medis.
Informasi lengkap tentang penyebab, solusi dan upaya pencegahan, serta waktu yang perlu diperhatikan untuk mengunjungi dokter saat kepala terasa berat bisa kamu simak dalam artikel berikut ini.
Penyebab Kepala Terasa Berat
Penyebab kepala terasa berat meliputi stres dan kelelahan, kurang tidur, dehidrasi, masalah pencernaan, hingga kondisi medis tertentu. Penjelasan lebih lengkapnya, bisa kamu simak di bawah ini.
1. Stres dan Kelelahan
Stres dapat menyebabkan ketegangan otot di sekitar leher dan kepala, memicu rasa sakit atau tekanan. Ketika tubuh merasa tertekan, hormon stres seperti kortisol dapat meningkat, yang dapat mengganggu keseimbangan fisik dan menyebabkan rasa kepala berat. Di sisi lain, kelelahan, akibat kurang tidur atau beban kerja yang tinggi, juga bisa menurunkan daya tahan tubuh, memicu sakit kepala atau rasa berat di kepala.
2. Kurang Tidur
Tidur yang cukup sangat penting bagi pemulihan tubuh dan otak. Kurang tidur dapat menyebabkan gangguan pada sistem saraf dan meningkatkan sensasi kepala berat di kepala. Pola tidur yang buruk dapat memengaruhi aliran darah ke otak, memperburuk ketegangan, dan memperburuk migrain atau sakit kepala lainnya.
3. Dehidrasi
Kekurangan cairan dalam tubuh dapat mengurangi volume darah, yang berdampak pada suplai oksigen ke otak. Hal ini dapat menyebabkan kepala terasa berat, pusing, atau bahkan sakit kepala. Dehidrasi juga mengurangi kemampuan tubuh untuk mengatasi stres dan mengatur suhu tubuh, serta memperburuk gejala ini.
4. Masalah Pencernaan
Penyebab kepala terasa berat selanjutnya adalah masalah pencernaan. Ketidakseimbangan nutrisi atau gangguan pencernaan, seperti sembelit atau gangguan asam lambung, dapat memengaruhi keseimbangan tubuh secara keseluruhan.
Jika tubuh kekurangan nutrisi penting atau tidak dapat mencerna makanan dengan baik, sistem saraf dan otak bisa terganggu, kemudian menyebabkan rasa tidak nyaman atau berat di kepala.
5. Kondisi Medis
Selain keempat faktor di atas, ada beberapa kondisi medis tertentu yang bisa menimbulkan tekanan berat di kepala, yaitu sinusitis, tekanan darah rendah/tinggi, dan migrain. Sinusitis umumnya menyebabkan tekanan di area hidung, mata, dan dahi, sehingga membuat kepala terasa berat.
Tekanan darah rendah dan tinggi bisa memengaruhi aliran darah ke otak yang menyebabkan nyeri atau munculnya sensasi berat di kepala. Kemudian yang terakhir adalah migrain yang membuat pembuluh darah di otak dapat melebar atau menyempit. Saat ini terjadi, kepala akan terasa sakit dan tertekan cukup berat.
Cara Mengatasi Kepala Terasa Berat
Dengan memahami berbagai penyebab kepala terasa berat di atas, kamu akan lebih mudah untuk menemukan solusi untuk mengatasinya. Nah, beberapa cara berikut bisa kamu coba untuk meredakan tekanan berat di kepala.
1. Istirahat yang Cukup
Kurang tidur merupakan salah satu penyebab munculnya sensasi berat di kepala. Oleh sebab itu, mulailah untuk memperhatikan pola tidur supaya sakit di kepala hilang. Tidur yang nyenyak meningkatkan sirkulasi darah dan oksigen ke otak, yang dapat meredakan gejala kepala berat dan meningkatkan fungsi otak secara keseluruhan.
Jadi, tidur yang cukup memberi kesempatan bagi tubuh untuk menyeimbangkan kembali kondisi fisik dan mental, mengurangi ketegangan yang bisa memicu sakit kepala.
2. Konsumsi Air yang Cukup
Dehidrasi juga bisa menjadi pemicu sakit di kepala. Oleh sebab itu, pastikan untuk selalu menghidrasi tubuh dengan mencukupi kebutuhan cairan harian. Usahakan untuk minum air putih minimal 8 gelas atau 2 hingga 3 liter per hari.
Selain itu, kamu juga bisa mengonsumsi minuman yang mengandung elektrolit seperti air kelapa, jus buah/sayur, serta air mineral.
3. Lakukan Relaksasi
Stres juga bisa menyebabkan kesehatan fisik terganggu, termasuk kepala terasa berat. Kamu bisa mengatasi ketegangan otot penyebab nyeri di kepala dengan melakukan relaksasi, seperti yoga, meditasi, atau teknik pernapasan.
4. Mengonsumsi Makanan Bernutrisi dan Suplemen Multivitamin
Menyantap makanan bergizi dapat meredakan sensasi berat di kepala. Makanan yang tinggi kalium seperti pisang, melon, jeruk, ubi jalar, kentang, dan mentimun dapat meredakan sakit kepala.
Ada juga ikan yang mengandung omega-3, serta telur yang mengandung vitamin B2 (riboflavin) yang juga baik untuk mengatasi nyeri kepala. Selain itu, buah-buahan seperti semangka dan ceri yang kaya akan air juga bisa membantu mengurangi tekanan berat di kepala, terutama yang disebabkan oleh dehidrasi.
Selain mengonsumsi makanan bergizi, kamu juga bisa mempertimbangkan suplemen multivitamin seperti Enervon-C Tablet. Vitamin B kompleks yang ada di dalamnya dapat meredakan peradangan pada saraf dan otot. Konsumsi vitamin B kompleks dalam jumlah yang cukup dapat membantu mengurangi ketegangan dan kelelahan yang bisa memicu kepala terasa berat.
Kapan Harus ke Dokter?
Meskipun kondisi kepala terasa berat bisa ditangani dengan cara-cara sederhana seperti beristirahat dengan cukup, menghidrasi tubuh, relaksasi, dan mengonsumsi makanan bergizi, ada kondisi tertentu yang mengharuskanmu untuk datang ke dokter. Apa saja itu?
Jika sakit kepala terjadi selama lebih dari seminggu dan disertai gejala lain seperti demam tinggi, mual, dan penglihatan terganggu. Maka, segera konsultasikan ini ke dokter untuk observasi lebih lanjut.
Selain itu, waspada jika kamu mengalami vertigo atau merasakan gejala stroke ringan yang bisa mengindikasikan kondisi medis yang berat/serius.
Kepala terasa berat biasanya disebabkan oleh stres, kelelahan, kurang tidur, dehidrasi, atau masalah pencernaan. Ketegangan otot dan pola hidup yang padat juga dapat memperburuk kondisi ini, memengaruhi fokus dan produktivitas. Penanganan yang tepat, seperti istirahat yang cukup dan konsumsi cairan, bisa membantu meredakan gejala.
Namun, jika gejala berlangsung lama atau semakin buruk, segera periksakan diri ke dokter. Penyebab lainnya yang perlu diperhatikan adalah kondisi medis seperti sinusitis, tekanan darah tidak stabil, dan migrain yang dapat menyebabkan kepala terasa sangat berat.
Salah satu langkah pencegahan yang bisa melindungi diri dari kepala yang terasa berat yaitu dengan konsumsi makanan bergizi dan menambahkan suplemen vitamin B kompleks seperti Enervon-C Tablet. Selain vitamin B kompleks, suplemen ini juga diperkaya vitamin C yang efektif meningkatkan daya tahan tubuh, serta vitamin D, niacinamide, dan kalsium pantotenat untuk kesehatan tubuh secara holistik.
Konsumsi Enervon-C Tablet 1x sehari untuk melindungimu dari nyeri di kepala dan dapatkan produknya di apotek atau beli secara online dalam sekali klik di Tokopedia, Shopee, dan Lazada berikut!
Referensi:
Alodokter. Kepala Terasa Berat, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya. https://www.alodokter.com/kepala-terasa-berat-ketahui-penyebab-dan-cara-mengatasinya
Honestdocs. Inilah Penyebab Kepala Terasa Berat Dari Yang Biasa Hingga Serius. https://www.honestdocs.id/penyebab-kepala-terasa-berat?
Siti Putri Nurmayani. 11 Penyebab Kepala Terasa Berat. https://www.klikdokter.com/info-sehat/kesehatan-umum/penyebab-kepala-terasa-berat?
Featured image - freepik