Puasa Ramadan adalah ibadah wajib bagi umat Muslim dan merupakan salah satu dari rukun Islam. Selain meningkatkan iman dan taqwa, puasa juga penting bagi kesehatan tubuh dan mental. Namun, apakah orang sakit boleh puasa?

Hal ini tergantung pada kondisi tubuh dan seberapa parah sakit yang diderita. Jika hanya mengalami sakit ringan seperti pusing, flu, dan pilek, kamu mungkin masih bisa melaksanakan ibadah puasa. Namun jika menderita penyakit berat atau serius yang bisa membahayakan, dokter tentunya tidak menganjurkan untuk berpuasa.

Apabila ragu-ragu, kamu bisa berkonsultasi ke dokter untuk memastikan apakah kondisi tubuh memungkinkan untuk tetap berpuasa. Simak artikel berikut untuk memahami boleh tidaknya orang sakit melakukan puasa, dari sudut pandang agama serta medis.

Apakah Orang Sakit Boleh Puasa?

Meski hukumnya wajib, Islam memberikan kelonggaran bagi umatnya untuk tidak berpuasa saat sakit, terutama jika penyakit yang diderita bisa membahayakan nyawa atau membawa mudarat. Hal ini mengacu pada kutipan ayat surat Al-Baqarah ayat 286 yang artinya “Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya.”

Dari sudut pandang medis, apakah orang sakit boleh puasa, hal ini perlu dilihat dari kondisi penyakitnya. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa kamu tetap bisa puasa selama sakit yang dialami tergolong ringan seperti sakit gigi dan telinga, pusing, atau flu dan batuk.

Untuk sakit parah yang tidak bisa dipastikan waktu kesembuhannya, kamu tidak diwajibkan berpuasa dan bisa menggantinya dengan fidyah. Kemudian, orang dengan penyakit yang menyebabkan kerusakan atau hilangnya fungsi anggota tubuh, diharamkan untuk berpuasa. 

Namun, sekali lagi, keputusan boleh tidaknya orang sakit berpuasa perlu dikonsultasikan ke dokter sebagai rujukan dari sisi medis.

 


Jenis Penyakit dan Pertimbangan Puasa

Bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti penyakit ringan, kronis, atau akut, ada pertimbangan khusus yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan selama berpuasa. Informasi lebih lengkap, bisa kamu simak di bawah ini.

1. Penyakit Ringan

Penyakit ringan seperti flu, batuk, atau pilek biasanya tidak menghalangi seseorang untuk berpuasa. Namun, penting untuk menjaga kondisi tubuh agar tidak drop seperti istirahat yang cukup, memenuhi kebutuhan cairan harian, dan melakukan konsultasi medis apabila kondisi tubuh memburuk.

2. Penyakit Kronis

Bagi penderita penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, atau gangguan jantung, keinginan berpuasa memerlukan perhatian khusus. 

  • Diabetes: melakukan kontrol gula darah, berkonsultasi ke dokter, dan memilih makanan dengan indeks glikemik rendah dan kaya serat.
  • Hipertensi: mengontrol tekanan darah, menghindari makanan tinggi garam, serta memperbanyak makanan yang mengandung kalium seperti pisang dan sayuran hijau.
  • Penyakit Jantung: konsultasi medis, menghindari makanan berlemak dan berminyak, serta mengutamakan makanan kaya serat dan rendah lemak.

3. Penyakit Akut

Saat tubuh membutuhkan banyak energi untuk pemulihan, seperti pada demam tinggi, berpuasa mungkin tidak disarankan dan dokter biasanya akan meminta untuk fokus pada pemulihan demi kesehatan.

 

 

Tips Aman Berpuasa untuk Orang Sakit

Pada dasarnya, orang sakit masih diperbolehkan puasa selama penyakit yang diderita tergolong ringan atau berdasarkan rekomendasi dokter. Bagi kamu yang ingin tetap berpuasa, meski badan kurang fit, lakukan beberapa tips aman berikut ini.

1. Berkonsultasi ke Dokter

Cara tepat untuk memastikan kondisi tubuh yaitu dengan berkonsultasi ke dokter. Pasalnya, kondisi tubuh dan vitalitas pada tiap-tiap orang bisa berbeda. Bisa jadi kamu tetap bisa berpuasa walaupun sakit, tapi tidak dengan orang lain. Oleh sebab itu, pemeriksaan medis sangat penting sebagai pertimbangan puasa bagi orang sakit.

2. Mengatur Pola Makan

Orang sakit yang berpuasa sebaiknya mengatur pola makan sahur dan berbuka dengan makan secukupnya, perlahan, dan menghindari makanan tertentu. Pemilihan makanan sangat penting terutama yang bernutrisi tinggi. Utamakan untuk mengonsumsi makanan tinggi vitamin, mineral, dan lemak baik seperti sayuran hijau dan ikan laut (salmon, tuna, dan sarden) saat sahur.

Saat berbuka pun jangan langsung menyantap makanan berat, tapi mulailah dengan camilan ringan seperti kurma, pisang, granola, atau biskuit. Selain itu, hindari makanan pedas, asam, dan berlemak, pastikan selalu menghidrasi tubuh, dan jangan lupa istirahat.

Konsumsi multivitamin tambahan seperti Enervon-C Tablet juga sangat disarankan untuk mendukung daya tahan tubuh selama berpuasa, terutama bagi kamu yang sakit.

3. Minum Cukup Air

Tubuh kehilangan banyak cairan saat berpuasa karena keringat, pernapasan, buang air kecil, dan buang air besar. Hal ini bisa menyebabkan dehidrasi dan gangguan kesehatan, sehingga kamu wajib memenuhi kebutuhan cairan selama puasa. Selain minum air putih, kamu juga bisa mengonsumsi sayur dan buah yang kaya akan air.

4. Memantau Kondisi Tubuh

Kamu sebaiknya berhenti puasa saat sakit jika hal ini memperlambat kesembuhan atau membuat kondisi semakin parah. Tanda-tanda yang mungkin mengindikasikan hal ini antara lain sakit perut, pusing, dehidrasi, penglihatan kabur, sesak napas, mual dan muntah, nyeri perut bawah, dan kaki bengkak.

Jika harus membatalkan puasa, kamu wajib menggantinya di luar bulan Ramadan saat sudah sembuh. Namun, bagi orang yang berat menjalankannya, bisa membayar fidyah, yaitu memberi makan orang miskin.

 

 

Manfaat Puasa untuk Orang Sakit

Selain menjawab pertanyaan apakah orang sakit boleh puasa, kamu juga perlu tahu apa saja manfaat tetap berpuasa dalam kondisi sakit. Tak hanya memengaruhi penyembuhan, hal ini juga baik bagi kesehatan mental. Berikut beberapa manfaatnya.

  • Menurunkan peradangan.
  • Meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Menurunkan tekanan darah.
  • Menurunkan berat badan.
  • Menurunkan risiko penyakit jantung.
  • Menjaga kadar gula darah.
  • Memperbaiki fungsi otak.
  • Meningkatkan rasa bahagia.
  • Mengendalikan diri, termasuk pikiran, perasaan, dan perilaku negatif.

Puasa Ramadan adalah kewajiban bagi umat Muslim, tapi Islam memberikan kelonggaran bagi mereka yang sakit. Orang dengan penyakit ringan seperti flu atau pusing dapat tetap berpuasa, asalkan tidak membahayakan kesehatan. 

Bagi penderita penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, atau gangguan jantung, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum berpuasa. Jika sakit parah atau akut, yang memerlukan banyak energi untuk pemulihan, berpuasa mungkin tidak disarankan. 

Konsultasi medis penting untuk memastikan apakah kondisi tubuh memungkinkan untuk berpuasa. Selain itu, konsumsi suplemen seperti Enervon-C Tablet sangat disarankan bagi orang sakit yang tetap berpuasa.

Selain meningkatkan daya tahan tubuh, kandungan vitamin C dan B kompleks di dalamnya akan mempercepat proses pemulihan. Tak hanya itu, Enervon-C Tablet juga diperkaya dengan vitamin D, niacinamide, serta kalsium pantotenat yang mendukung kesehatan tubuh.

Tunggu apalagi, segera dapatkan Enervon-C Tablet sekarang juga di apotek mana pun, atau belanja secara daring melalui tautan Tokopedia, Shopee, dan Lazada berikut ini ya!

 

Referensi:

Halodoc. Puasa. https://www.halodoc.com/kesehatan/puasa

Halodoc. Apakah Pengidap Penyakit Kronis Diperbolehkan Puasa? https://www.halodoc.com/artikel/apakah-pengidap-penyakit-kronis-diperbolehkan-puasa

Tri Yuniwati Lestari. Daftar Penyakit yang Penderitanya Disarankan Tidak Berpuasa. https://www.klikdokter.com/info-sehat/kesehatan-umum/daftar-penyakit-yang-penderitanya-disarankan-tidak-berpuasa

Featured image - freepik